Koleksi Terbaru Kami

Belajar AC (Air Conditioning)

Halo pemirsa, kali ini saya akan sharring tentang apa yang saya mengenai AC (Air Conditioner)

I. Air Conditioning

            Air conditioning (AC) adalah pengaturan udara dalam suatu ruangan tertutup, seperti didalam kendaraan. AC membuat udara didalam ruangan kendaraan menjadi sejuk, bersih dan kering. Dengan kondisi seperti ini keletihan pengemudi dapat dikurangi dan dengan sendirinya dapat menjadikan pengemudi lebih bereaksi cepat terhadap kendaraan.

II. Zat Pendingin & Siklus AC

    Dasar bekerjanya AC adalah tranfer panas, yaitu panas didalam ruangan cabin penumpang/operator di transfer ke luar ruangan. Transfer panas ini dapat dimungkinkan oleh sifat-sifat kimia Zat Pendingin yang dinamakan juga Refrigerant (freon) R-12, R134 dan hukum alam dari zat. Pada saat Refrigerant yang berbentuk cair berubah bentuk menjadi uap, zat pendingin menyerap panas pada areal sekelilingnya (ruangn kabin), sebaliknya selama proses perubahan bentuk zat pendingin uap menjadi zat pendingin cair panas dilepaskan (ruangan mesin).

Siklus AC

Siklus AC dapat dilihat pada gambar dibawah, terdiri atas 4 tahap :

1.      Compresi
2.      Condensasi
3.      Expansi
4.      Evaporasi 

Misalkan saja siklus AC dimulai dari Receiver Drier. Pada titik ini zat pendingin berbentuk cair mempunyai temperatur tinggi dan tekanan tinggi menuju ke Expansion valve. Expansion valve membatasi aliran zat pendingin dan menjadikan zat pendingin cair tekanan tinggi menjadi zat pendingin tekanan rendah. Di evaporator zat pendingin cair tekanan rendah ber-expansi dan berubah bentuk menjadi zat pendingin uap. Selama perubahan bentuk zat pendingin cair ke uap ini sejumlah besar panas diserap dari ruangan kabin penumpang. Zat uap yang bertekanan rendah ini kemudian menuju Compressor. Compressor merubah zat pendingin uap menjadi tekanan tinggi dan meninggikan temperaturnya untuk kemudian dipompa ke condenser. Panas yang diserap dari ruangan cabin tadi dilepas ketika udara yang lebih dingin melewati condenser dan zat pendingin uap ter-condensasi  kembali ke zat pendingin bertekanan tinggi. Siklus ini terajadi berulang-ulang.


Gambar Siklus Ac

III. DASAR-DASAR AIR CONDITIONING

Tipikal AC mobil system mempunyai komponen utama sebagai berikut :

1.      Compressor 
2.      Condenser 
3.      Receiver dryer
4.      Expansion Valve
5.      Evaporator

1. Compressor

Sebagi pompa dan berfungsi men-sirkulasikan zat pendingin keseluruh sistim, selain itu adalah untuk mengompressikan uap zat pendingin bertekanan rendah menajadi zat pendingin bertekanan tinggi & temperatur tinggi. Compressor terdiri atas 2 bagian utama yaitu bagian badan compressor dan kepala compressor (clutch). Badan compressor berfungsi sebagai pompa apabila elektromagnit yang terdapat pada clutch dialiri arus listrik DC.

2. Condenser

Mengkondansasikan zat pendingin uap tekanan tinggi dari compressor menjadi zat pendingin cair tekanan tinggi. Condenser biasanya diletakan didepan radiator, kendaraan dalam keadaan diam/berhenti fan radiator dapat memberikan aliran udara melalui condenser. Demikian juga halnya apabila kendaraan berjalan aliran udara didapat dari hembusan udara yang didapat ketika kendaraan melaju.


3. Receiver drier


Berfungsi menampung endapan kotoran dan air serta sebagi tempat penyimpanan zat pendingin cair bertekanan tinggi. Extra zat pendingin cair ini dibutuhkan oleh evaporator sesuai denagn kerjanya. Receiver drier umumnya mempunyai kaca (sight glass) dimana dapat dipergunakan untuk mengetahui ukuran dan kodisi zat pendingin yang ada dalam sistim.


4. Expansion Valve

Berfungsi untuk menurunkan tekanan zat pendingin sehingga didapat moister/kabut (butiran-butiran kecil) dan mengatur jumlah zat pendingin yang menuju Evaporator. Pengaturan ini dapat dilakukan berdasarkan kerja sensor yang terdapat pada Expansion valve (berisi zat pendingin atau CO2). Expansion valve memisahkan zat pendingin tekanan tinggi dengan zat pendingin tekanan rendah.

5. Evaporator


Berfungsi untuk mendinginkan dan mengeringkan udara  dalam ruangan. Ketika terjadi penguapan zat pendingin cair didalam pipa-pipa evaporator menyerap panas didalam ruangn dan kemudian disirkulasikan oleh motor blower. Kotoran/debu ikut dengan uap air didalam udara terkondensasi pada permukaan sirip evaporator menjadi air, yang kemudian dibuang melalui slang ke luar ruangan.

Sekian kawan penjelasan saya mengenai AC (Air Conditioning), semoga bermanfaat. Sampai jumpa dilain waktu pada tulisan saya selanjutnya.... (Ichun)
Lihat Detail
 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana